Kamis, 09 Juni 2011

Indahnya Tugas Akhir (Mission Imposible)

Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk menulis lagi. Mungkin kedepannya akan lebih banyak menulis disini, sebab di rumah lain terjadi hal yang kurang mengenakan. Walaupun tulisan saya disini belum tentu ada yang membaca, tapi sampai kapan pun lebih baik hujan batu di rumah sendiri daripada hujan emas di rumah orang lain.

Saat saya menulis artikel ini sedang terjadi kegundahan hati yang sangat besar. Apalagi kalau bukan karena Tugas Akhir. Mungkin kalau dipikir-pikir, apalagi disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar, rasanya saat-saat seperti saya ini belum pantas untuk stress berat mengenai Tugas Akhir. Mungkin untuk infonya saya kuliah di Teknik Informatika UNDIP, semester 8. Tidak seperti jurusan-jurusan lain, semisal ekonomi, sosial, dll yang menganggap kuliah berakhir di semester 8. Disini semester 8 masih dianggap belum waktunya untuk lulus. Mohon maaf tapi memang ini kenyataannya. Masih banyak kakak-kakak kelas yang masih relatif santai-santai padahal angka semester mereka sudah dua digit. Ini sebenarnya adalah contoh yang kurang baik bagi adik-adik kelas, seperti saya dan adik kelas di bawah saya. Iklim kompetisi kurang disini, sehingga masih banyak yang menganggap semester 8 bukan akhir dari dunia kuliah.

Jika saya hanya berhadapan dengan satu fakta diatas tentu hati saya tidak akan segundah ini. Sebab saat ini saya sudah menyelesaikan segala tanggungan kuliah kecuali Sidang TA. Toh tugas akhir saya juga sudah selesai laporannya dan program tinggal 5 fungsi lagi yang belum. Tapi saya harus berhadapan dengan fakta-fakta lain. Opini bahwa kuliah adalah 4 tahun = 8 semester sudah dijadikan standar bagi orang tua saya. Ya memang saya tidak bisa menyalahkan keadaan ini, toh itu memang buat kebaikan saya. Siapa sih yang gk pengen cepet-cepet lulus??

Lalu apa yang menjadi masalah? Masalahnya adalah selama hampir 2 minggu ini progres Tugak Akhir saya 0 %.. Yuph, benar-benar jalan di tempat. Dari 3 sektor Tugas Akhir yaitu Laporan, Program dan Bimbingan, dua sektor yang belum selesai yaitu Program dan Bimbingan, keduanya tidak berubah sejak 2 minggu yang lalu. Weits, masih 2 minggu juga, kenapa dilebay-lebaykan? Ya memang jika dimensi waktu yang hanya 2 minggu kesannya belum terlalu berabe. Tapi jika dihitung-hitung bahwa batas akhir lulus semester 8 adalah 3 minggu lagi semua menjadi jelas masalahnya. Dalam 3 minggu harus selesai-in program trus ngejar bimbingan dan sidang, belum lagi kalo ada revisi. Mission Imposible banget.

Walaupun keadaan tidak berpihak seperti ini, tapi masih ada harapan. Celah itu masih ada dan bagaimanapun keadaanya saya harus keluar dari masalah ini melalui celah itu, walaupun semakin lama akan semaking mengecil. Dengan berusaha semaksimal mungkin dan disertai tawakal pada Allah semoga segalanya berjalan sesuai rencana.

Di akhir artikel ini ijinkan saya berpesan pada diri saya sendiri dan pada para pembaca sekalian. Jangan terlalu banyak membuang waktumu karena kita tidak akan tahu apa yang terjadi besok dan lusa, jika bisa kerjakan hari ini ya kerjakan hari ini. Dan ingat ada kekuatan lain diluar kita semua yang menentukan, Manusia hanya bisa merencanakan tetapi Allah lah yang menentukan, so jangan lupa shalatnya kalo bisa ditambah pusas sunah juga. Gak ada ruginya kan kita mengambil hati sang Pencipta agar memudahkan jalan kita.


Pecinta wanita tapi ku bukan buaya.